Wilmar: Tutup Seluruh Perusahaan Perusak Lingkungan di Danau Toba

0
95

Manurat.com | Aktivis lingkungan hidup di Danau Toba, Wilmar Eliaser Simandjorang membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, Rabu (7/9/2016).

Dalam surat terbuka itu, Wilmar mempertanyakan mengapa pemerintah dan banyak orang ragu mengambil tindakan terhadap keramba jaring apung (KJA) yang telah merusak Danau Toba.

Dia menyebut pemerintah mencla mencle dalam mengambil kebijakan menjadikan Danau Toba zero keramba, karena nyata-nyata KJA sebagai sumber pencemar.

Wilmar mengingatkan, karena Danau Toba diciptakan Tuhan, jelas diperuntukkan bukan untuk industri perikanan, tapi sejatinya untuk bahan baku air minum.

Juga berdasarkan Pergub No 1 tahun 2009 dan untuk pembangunan pariwisata dan juga Perpres 81 tahun 2014.

Walaupun masih ada di perpres itu ditetapkan  zonasi utk budidaya perikanan, sesuai daya dukung dan daya tampung, namun dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 diatur dan dinyatakan di pasal 17 bahwa apabila kegiatan sudah melebihi daya dukung dan daya tampung maka kegiatan tersebut tidak diperbolehkan lagi.

“Nah KJA di Danau Toba 44 persen sudah melebihi daya dukung dan daya tampung, lalu seharusnya PT. Aqua Farm dan PT Jaffa harus ditutup,” kata Wilmar.

Wilmar menduga, banyaknya perusahaan di Danau Toba yang belum juga ditutup meski suara-suara dari berbagai pihak meminta agar ditutup, kemungkinan ada masukan yang salah disampaikan kepada Presiden Jokowi.

“Saya tetap pada sikap, pemerintah harus menutup semua perusahaan yang merusak Danau Toba, Alegrindo, TPL, Aquafarm, Jaffa, harus ditutup. Saya siap dipenjara karena saya terus menyuarakan ini,” kata Wilmar. (m-01)

LEAVE A REPLY