Tiga Pasar Binaan Perusda Siantar Diresmikan 

0
191

Manurat.com | Pembangunan pasar-pasar di kelurahan dan kecamatan yang berfungsi sebagai pengurai kepadatan transaksi dagang di Pasar Horas dan Pasar Dwikora mulai direalisasikan Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS).

Dari 24 lokasi yang direncanakan,  sudah 12 lokasi yang mulai berfungsi di beberapa kecamatan. Program itu  mengacu pada Perda No 1 tahun 2014 tentang PD PAUS, dimana salah satu dari 16 sektor kegiatan PD PAUS adalah sektor perdagangan.

Tiga di antaranya, yakni Pasar Jalan Durian, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Siantar Marihat, Pasar Simpang Dua, Kelurahan Nagahuta, Kecamatan Siantar Marimbun serta Pasar Bersatu Maju, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, diresmikan Penjabat (Pj) Walikota, Jumsadi Damanik, Senin (19/9) langsung secara bergantian di tiga lokasi tersebut.

Menurut Direktur Utama PD PAUS, Herowin TF Sinaga, ke tiga pasar yang baru diresmikan itu sudah melakukan transaksi dagang selama dua pekan lalu di masing-masing lokasi yang dikontrak PD PAUS selama dua tahun.

Meski dengan tenda darurat, para pedagang tampak bersemangat memulai usaha dari dasar. Jika selama dua tahun potensi serta prospeknya menjanjikan, di lokasi tersebut akan dibangun pasar secara permanen.

“Jika biasanya pendirian pasar bangunan kiosnya dulu yang dikerjakan pemerintah, baru pedagangnya datang. Kini polanya kita balik. Pedagangnya lebih dulu yang beraktivitas, lalu kita datang menatanya kemudian, sesuai dengan potensi yang ada. Selama dua tahun ini, kita akan mengevaluasi sekaligus menata secara bertahap termasuk pemenuhan berbagai fasilitas berjualan, sehingga masyarakat pembeli merasa nyaman dan aman saat berbelanja,” uja Jumsadi memberi sambutan.

Di hadapan para pedagang, Jumsadi mengapresiasi inovasi PD PAUS yang berprakarsa membangun pasar-pasar kelurahan di berbagai lokasi.

“Kita berharap, aktivitas perdagangan ini bisa cepat berkembang, sehingga pasar-pasar kelurahan dan kecamatan ini bisa permanen. Harapannya, masyarakat yang ada di pinggir maupun dari luar kota tak jauh-jauh lagi berbelanja ke Pasar Horas atau Pasar Dwikora. Dengan begitu, kemacetan di kedua lokasi pasar utama tersebut bisa berkurang secara perlahan-lahan-lahan,” katanya.

Para camat di tiga lokasi tersebut, Johanes Sihombing, Fidelis Sembiring dan Rapidin Saragih menyambut baik hadirnya pasar-pasar tradisional yang bisa menjadi lapangan kerja baru bagi warga setempat.

“Kami siap bersama para lurah dan masyarakat untuk mensosialisasikan keberadaan pasar binaan PD PAUS ini agar bisa lebih cepat berkembang memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Fidelis saat memberi sambutan. (m-01)

LEAVE A REPLY