SDM Handal Dukung Penurunan Hotspot

0
94

Jakarta | Pantauan hotspot kembali menurun hingga nol berdasarkan satelit NOAA tadi malam (24/12/2017), sedangkan berdasarkan  satelit TERRA AQUA (NASA) terpantau empat hotspot yang tersebar di Jawa Timur,  Sulawesi Tengah,  dan Sulawesi Tenggara.

Dengan demikian, selama 1 Januari – 24 Desember 2017 berdasarkan satelit NOAA terdapat 2.579 titik, setelah tahun sebelumnya sebanyak 3.859 titik, sehingga terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.280 titik (33,17 %). Sedangkan total 2.429 titik ditunjukkan Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80%, setelah tahun 2016 lalu menunjukkan 3.852 titik, sehingga saat ini menurun sebanyak 1.423 titik (36,94 %).

Penurunan hotspot ini tentunya berkat upaya seluruh pihak khususnya tim di lapangan,  dalam melakukan pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak dini. Dalam hal ini,  kapasitas sumber daya manusia (tim) sangatlah penting, sehingga KLHK berkomitmen untuk terus melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengendalian karhutla.

Sebagaimana di Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kubu Raya, Kalimantan Barat, KLHK bekerjasama dengan GIZ Forclime dan  melaksanakan kegiatan Pelatihan Lanjutan Pengendalian Karhutla bagi Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) KPHP Kubu Raya.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan, menyampaikan, untuk dapat melakukan pencegahan secara maksimal, dibutuhkan sumber daya manusia yang terlatih di lapangan. “Brigdalkarhut pada semua elemen, termasuk pada KPHP, harus memiliki keterampilan dan kemampuan yang cukup dalam melakukan upaya pengendalian karhutla secara optimal, terutama dalam upaya pencegahan dini,” tuturnya saat membuka acara ini (22/12/2017).

Dijelaskan Raffles, upaya pencegahan dini melalui early warning system, early detection, dan early suppression, sangat diperlukan untuk menghindari kebakaran, agar tidak meluas dan menimbulkan kerugian sosial ekonomi yang besar.

Secara keseluruhan, data luas karhutla di Provinsi Kalimantan Barat hingga Oktober 2017 turun 18,9% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. KLHK melalui Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Manggala Agni Daerah Operasional (Daops) Pontianak, siap melakukan sinergi yang baik dengan Brigdalkarhutla KPHP serta para pihak terkait lainnya dalam mengendalikan karhutla di Kalimantan Barat.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 37 orang peserta,  dan lokasi Kabupaten Kubu Raya dipilih karena mempunyai lahan gambut yang cukup luas, serta memiliki sarana objek vital seperti Bandara Udara Supadio. [sa/rel]

LEAVE A REPLY