Pilkada Siantar Membuat Rakyat  Apatis

0
76

Manurat.com | Meski  KPU mulai mempersiapkan pemungutan suara sembari menunggu salinan putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA), rakyat Kota Siantar masih tetap apatis terhadap pelaksanaan Pilkada yang rencananya digelar tahun 2016 ini.

Ulfa Siregar salah seorang mahasisa Universitas Simalungun  saat ditemui Kamis (6/10) sekitar pukul 13.00 WIB mengatakan, perhelatan pilkada yang sempat tertunda sebaiknya menjadi kesempatan bagi penyelenggara untuk menciptakan Pemilu yang berkualitas.

Menurut mahasiswa semester 6 itu, belajar dari Pilkada 2010 dan pemilihan legislatif tahun 2014, tingkat politik uang atau permainan uang masih begitu tinggi. Sehingga, itu bisa menjadi pelajaran bagi KPU dan Panwaslu untuk meminimalisirnya pelaskanaan  Pilkada Siantar.

Senada dengan Ulfa, Anto Jekuin yang dikonfirmasi terpisah,  karena Pikada Siantar sempat tertunda lama, diharapkan masyarakat cerdas dalam memilih dan serta menolak politik uang atau iming-iming dari calon.

Untuk itu, mahasiswa FKIP USI tersebut  bersama rekannya berencana membentuk sebuah komunitas dalam mengawasi para calon yang berniat bermain curang di Pilkada nanti.

Di tempat terpisah, salah satu warga Kelurahan Sukadame, Siantar Utara, Janes Sidauruk (44) ketika ditemui di Pasar Parluasan berharap agar pilkada segera dilaksanakan. Menurut bapak dua  anak ini, jika Pilkada dilaksanakan tahun depan atau 2017, dikhawatirkan tingkat apatis warga semakin tinggi.

Beda lagi dengan pendapat Ria boru Tambunan yang ditemui di seputar Jalan Kartini. Menurutnya, masyarakat sudah banyak tidak mau tahu dengan urusan Pilkada Siantar. Karena, siapapun walikota terpilih tidak akan berpengaruh dengan kehidupannya.

“Kalau kami rakyat kecil ini, nggak berpengaruhnya siapa walikota. Asalkan mata pencaharian kami tidak diganggu saja sudah syukur,” sebut ibu yang sehari-hari berjualan rujak ini. (m-01)

 

 

 

LEAVE A REPLY