Penderita HIV/AIDS Siantar Simalungun Meningkat

0
173
Sosialisasi HIV AIDS di kalangan pekerja media.

Manurat.com | Agus Marpaung selaku Direktur CBR Foundation mengatakan di Kabupaten Simalungun ada 72 orang pengidap HIV/AIDS dan di Kota Siantar sebanyak  514 orang. Bahkan, tiga orang diantaranya anak-anak.

“Korban HIV/AIDS seringkali dikucilkan di tengah-tengah masyarakat. Hal ini karena masyarakat sendiri tak memahami penyebab penularan virus HIV. Masyarakat menganggap seseorang terkena HIV hanya karena melakukan gonta-ganti pasangan. Padahal penularannya bisa karena transfusi darah, penggunaan jarum suntik narkoba bergantian serta melakukan hubungam seks yang tidak aman,” beber Agus.

Dia sebut, HIV/AIDS tak tertular jika tinggal dengan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA), bersalaman, berpelukan bahkan berciuman serta menggunakan kamar mandi yang sama. Artinya, masyarakat harus merangkul atau mendorong penderita agar  tetap semangat menjalani hidup.

Pernyataan itu dia sampaikan pada sosialisasi penanggulangan HIV dan AIDS di kalangan pekerja media  di aula PMI Kota Siantar, Rabu (12/10) yang dihadiri 20 peserta.

Sekretaris KPAD Kota Siantar Iswan Lubis, dalam pemaparannya mengatakan, laporan Dinas Kesehatan Kota Siantar jumlah total yang sudah terinfeksi HIV/AIDS di Kota Siantar saat ini berjumlah 514 orang. Jumlah tersebut dikumpulkan dari Dinas Kesehatan, RSUD dr Djasamen Saragih,  Puskesmas Tomuan dan puskesmas lainnya serta rumah sakit swasta di Kota Siantar.

Dijelaskan, dari data tersebut terjadi peningkatan jumlah yang tertular HIV/AIDS sejak tahun 2011 sampai Agustus 2016. Maka itu perlu diperbanyak sosialisasi dan informasi penyuluhan tentang HIV/AIDS kepada seluruh lapisan masyarakat agar penularan virus bisa ditekan.

Program Dinas Kesehatan Kota Siantar dalam penanggulangan HIV/AIDS, sebut Iswan mewajibkan setiap ibu hamil wajib test HIV. Ini diprogramkan karena saat ini sering terjadi ibu-ibu rumah tangga tertular HIV/AIDS dari suaminya.

Terkait obat-obatan ARV (obat untuk penderita HIV) di RSUD dr Djasamen Saragih dan Dinas Kesehatan Kota Siantar sejauh ini cukup memadai. Menurut  Iswan, sampai saat ini KPAD Kota Siantar, Dinas Kesehatan, RSUD dr Djasamen Saragih dan CBR Foundation dan KDS Kota Siantar sangat mendukung pelaksanaan penyuluhan kepada masyarakat agar lebih mengerti dan mempunyai pengetahuan dasar untuk pencegahan tertular HIV. Termasuk penyuluhan kepada pelaja dan mahasiswa. (m-01)

LEAVE A REPLY