Pelanggaran Lalu Lintas Tinggi, Polda Aceh Gelar Operasi Keselamatan Rencong 2018

0
100

ACEH TIMUR | Sebanyak 794 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas dan 81.867 kasus pelanggaran lalu lintas sepanjang tahun 2017. Dari jumlah pelanggaran tersebut, 69.510 kasus diselesaikan melalui tilang dan 12.357 diselesaikan melalui teguran.

“Mencermati kondisi dan perkembangan gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di Provinsi Aceh selama tahun 2017 masih menunjukan tingginya angka kecelakaan di jalan raya,” kata Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto, S.I.K, M. Hum saat membacakan amanat Kapolda Aceh pada Kamis (1/3) di halaman Mapolres setempat.

Kata dia, dengan jumlah korban meninggal dunia 794 orang, selain itu selama tahun 2017 juga terdapat 81.867 kasus pelanggaran lalu lintas yang diselesaikan dengan tilang sebanyak 69.510 kasus dan teguran sebanyak 12.357.

“Dengan masih tingginya angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas tersebut, sangat berkolerasi terhadap jumlah fatalitas korban baik korban meninggal dunia, luka berat dan luka ringan maupun korba materil,” katanya.

Kata dia, berdasarkan analisa serta evaluasi, tingginya angka kecelakaan dan pelanggaran yang terjadi selama ini, disebabkan karena belum optimalnya budaya tertib keselamatan dalam berlalu lintas.

“Kondisi ini tentunya harus menjadi perhatian kita semua dan merupakan tugas berat Polri khususnya Satuan Lalu lintas beserta pemangku kepentingan lainya,kita menyadari permasalahan bidang lalu lintas bukan hanya tanggung jawab Polri akan tetapi diperlukan partisipasi berbagai pihak/instansi pemerintah dan seluruh elemen dalam membina dan memelihara kamseltibcar lantas kemudian untuk mewujudkan kondisi yang diharapkan tersebut,” sebut dia.

Kata dia, salah satu upayanya adalah dengan menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi “Keselamatan Rencong – 2018”,operasi yang akan dilaksanakan selama 21 hari ini, terhitung mulai tanggal 05 s/d 25 Maret 2018 dengan target sasaran antara lain :orang, barang/benda, lokasi/tempat dan kegiatan yang difokuskan terhadap pelanggaran Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan yang kasat mata seperti pelanggaran melawan arah, tidak menggunakan helm, menggunakan handphone saat berkendaraan, berboncengan lebih dari satu dan berkendaraan bagi yang belum cukup umur. [sa/rs]

LEAVE A REPLY