Manggala Agni Intensifkan Groundcheck Meski Hotspot Menurun

0
11

Jakarta | Jumlah hotspot kembali menurun di seluruh Indonesia malam ini (05/11/2017). Setelah malam sebelumnya (04/11/2017) terdeteksi sebanyak 31 titik, kini pantauan menunjukkan 1 titik berdasarkan satelit NOAA, dan 0 titik berdasarkan  satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ≥80%.

Dengan demikian, untuk periode 1 Januari –  5 November 2017, total hotspot terdapat 2.530 titik berdasarkan satelit NOAA, dan 2.265 titik berdasarkan satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ≥80%. Hal ini menunjukkan penurunan dibanding tahun 2016 periode yang sama, yaitu sebanyak 1.209 titik (32,33 %), untuk satelit NOAA. Sedangkan penurunan sebanyak 1.469 titik  (39,34%) ditunjukkan oleh satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level ≥80%. 

Menurunnya jumlah hotspot ini, tidak lantas mengurangi upaya Manggala Agni dan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla), untuk melakukan pengecekan lapangan (groundcheck) terhadap lokasi hotspot.

Selain groundcheck , untuk mengantisipasi karhutla Manggala Agni terus melakukan patroli. “Melalui patroli biasanya kejadian kebakaran bisa secara dini terdeteksi dan ditanggulangi. Melalui patroli juga dilakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah karhutla”, tegas Raffles B. Panjaitan, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK.

Sementara, Manggala Agni Daerah Operasional (Daops) Tinanggea lakukan pemadaman pada lahan seluas ±128 Ha, di Desa Lalonggatu, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (04/11/2017). Upaya pemadaman cukup sulit dikarenakan lokasi yang berbukit, serta cuaca angin kencang.

Setelah kurang lebih enam jam, api akhirnya berhasil dipadamkan, dengan dukungan TNI, Polri, dan petugas perusahaan, serta masyarakat sekitar. Adapun vegetasi yang terbakar didominasi oleh alang-alang, semak belukar, dan pepohonan. [sa/rel]

LEAVE A REPLY