KLHK Tanam 550 Pohon di Bandara Soekarno Hatta

0
18

Jakarta | Melengkapi rangkaian kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun ke-46 Korps Pegawai Republik Indonesia (HUT ke-46 KORPRI), KORPRI Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama-sama dengan PT. Angkasa Pura II, melaksanakan penanaman 550 pohon di lokasi pembangunan Miniatur Hutan Hujan Tropika di Areal Bandara Soekarno Hatta pada Senin, (28/11).

Penanaman sekitar 30 jenis tanaman endemik yang mencerminkan megabiodiversitas dan ekosistem hutan hujan tropis Indonesia ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian LHK, Bambang Hendroyono, dan diikuti sekitar 250 peserta dari KORPRI dan PT Angkasa Pura II.

Miniatur hutan ini nantinya selain berfungsi untuk perbaikan kondisi iklim di area bandara, melalui pengaturan iklim mikro dan serapan karbon, juga berfungsi untuk pengawetan jenis tumbuhan.

“Konsep pembangunan Miniatur Hutan Hujan Tropika di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta adalah sangat tepat. Keberadaan Bandara Soekarno Hatta sebagai bandara terbesar merupakan gerbang utama Indonesia dari dunia Internasional, sehingga Miniatur Hutan Hujan Tropika memiliki peran yang sangat penting sebagai cermin Negara Indonesia,”  ungkap Bambang.

Konsep pembangunan Miniatur Hutan Hujan Tropika adalah dengan menanam jenis tanaman endemik Indonesia seperti Pakis Haji, Pulai, Pinang, Rotan, dan Dadap. Pola tanam dibuat tidak teratur agar menimbulkan kesan alami.

Kombinasi tinggi tanaman mulai dari yang paling rendah di area tepi jalan sampai yang tertinggi di area tengah agar tercipta area tepi yang rapat dan area jalan masih terkesan lapang. Jarak tanam juga disesuaikan dengan lebar tajuk/canopy alami pohon dan diupayakan terjadi overlap antar tajuk agar intensitas sinar matahari yang mencapai lantai hujan menjadi minimal sehingga tercipta kelembaban yang tinggi di bawah canopy layer. 

Untuk memperbaiki kualitas lingkungan, KLHK mengajak semua elemen masyarakat untuk menanam pohon sebanyak-banyaknya di lingkungan masing-masing. Saat ini KLHK tengah menggiatkan kampanye tanam 25 pohon sebagai bagian dari kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Kampanye ini menganjurkan satu orang untuk menanam minimal 25 pohon selama hidupnya. Jika hal ini dilakukan 250 juta masyarakat Indonesia, tentu tidak akan ada lahan kritis dan terlantar di Indonesia.

Sebagaimana disampaikan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya,beberapa waktu lalu bahwa “Sesuai arahan Presiden RI rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) menjadi salah satu kebijakan nasional yang sangat relevan untuk menjawab tantangan yang dihadapi daerah-daerah terkait dengan semakin terdegradasinya lingkungan, yang dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor”. [st/rel]

LEAVE A REPLY