KLHK Tambah 20 Regu Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan

0
17

Jakarta |Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kembali membentuk Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan (Brigdal karhut) pada Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sanggau Barat dan KPH Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Pembentukan ini secara resmi berlangsung dari tanggal 14 – 16 November 2017 di Pontianak. Kegiatan ini dihadiri 30 peserta, yang terbagi dalam dua regu.

Pembentukan brigdal karhut dibuka Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) yang diwakili Kasubdit Tenaga dan Sarana Prasarana, Agus Haryanta. Dalam sambutannya, Agus menyampaikan, bahwa setelah regu dibentuk harus dilanjutkan dengan operasional di lapangan, sehingga pada tahun depan kejadian kebakaran hutan bisa dikendalikan lebih baik lagi.

“Sejak tahun 2015 hingga saat ini, sudah terbentuk regu brigdal karhut di 35 KPH yang tersebar di beberapa wilayah provinsi rawan di Indonesia. Tahun 2017 ini, KLHK menargetkan akan menambah 20 regu brigdal karhut di wilayah Provinsi Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Aceh, dan Sulawesi Barat,” katanya.

Sementara Direktur PKHL, Raffles B. Panjaitan mengungkapkan, bahwa Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 32 Tahun 2016 mengharuskan semua stakeholders di daerah, baik pengelola kawasan maupun pemegang ijin kehutanan, perkebunan atau pertanian untuk menyiapkan SDM dan sarpras pengendalian karhutla di wilayah kerja masing-masing.

“Hal itu pending agar pengendalian karhutla di daerah dapat dilakukan secara optimal, maka perlu dibentuk regu-regu brigdal karhut di KPH-KPH yang sudah terbentuk. Nantinya, regu brigdal karhut ini bertanggungjawab mengendalikan kebakaran yang terjadi di wilayah kerjanya,” tambah Raffles.

Dalam rangka antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia, KLHK terus berupaya meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan ini sangat perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan personil brigdal karhut dalam melakukan pengendalian kebakaran hutan di Indonesia.

Sementara itu, pantauan Posko Dalkarhutla KLHK pada tanggal 17 November 2017 pukul 20.00 WIB, berdasarkan satelit NOAA trepantau tiga hotspot, dua titik di Provinsi Sulawesi Selatan dan satu titik di Kalimantan Utara, sedangkan berdasarkan satelit TERRA AQUA terpantau dua hotspot di Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara.

Dengan demikian, berdasarkan satelit NOAA untuk periode 1 Januari – 17 November 2017, terdapat 2.549 hotspot di seluruh Indonesia. Sedangkan pada periode yang sama di tahun 2016, tercatat sebanyak 3.776 hotspot, sehingga terdapat penurunan sebanyak1.227 hotspot atau sebesar 32,49%. Jika dibandingkan dengan tahun 2015, terjadi penurunan sebanyak 19.156 titik atau 88,26% dimana pada tahun 2015 untuk periode yang sama terdapat 21.705 hotspot.

Penurunan sejumlah 1.437 titik (38,16%) juga ditunjukkan oleh satelit TERRA-AQUA (NASA) confidence level ≥80%, yang mencatat 2.328 hotspot di tahun ini, setelah sebelumnya di tahun 2016, tercatat sebanyak 3.765 hotspot. Pada tahun 2015, untuk periode yang sama terdapat 68.782 hotspot sehingga terdapat penurunan sebanyak 66.454 titik atau 96,61%. [sa/rel]

LEAVE A REPLY