Jelang Asian Games, Manggala Agni Dan Masyarakat Siaga Cegah Karhutla

0
35

JAKARTA | KLHK terus upayakan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam rangka mensukseskan Asian Games 2018 di Palembang dan Jakarta Agustus mendatang. Kesiapan personil Brigade Pengendalian Karhutla (Brigdalkarhutla) beserta sarana prasarananya terus ditingkatkan.

Khusus di Sumatera Selatan, sejumlah 303 personil Manggala Agni disiagakan, yang tersebar di 4 Daerah Operasi (Daops) yaitu Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Lahat, ditambah personil dari Brigade Dalkarhutla di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan dan Balai Taman Nasional Berbak Sembilang serta dari KPHP yang berada di Sumatera Selatan. Selain itu sebanyak 669 dukungan personil Manggala Agni juga disiagakan di provinsi rawan di sekitar Sumatera Selatan seperti di Sumatera Utara, Jambi, dan Riau.

Data kesiapan personil tersebut disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Pencegahan Karhutla, KLHK, Sunarno pada kesempatan rapat Koordinasi Antisipasi Karhutla dalam rangka mensukseskan Asian Games 2018 di Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Selasa (26/06/2018).

Sunarno juga menyampaikan bahwa sebagai upaya pencegahan karhutla, KLHK telah melaksanakan patroli terpadu dengan melibatkan TNI, POLRI, Manggala Agni, dan juga aparat desa atau Masyarakat Peduli Api (MPA). Patroli terpadu di Sumatera Selatan bahkan telah dilaksanakan sejak Mei lalu, dan akan berakhir Oktober. Patroli terpadu ini mengaktifkan 50 posko desa yang menjangkau hingga sebanyak 177 desa rawan di Sumatera Selatan.

“Selain patroli terpadu, KLHK juga terus melakukan sosialisasi dan kampanye pencegahan karhutla. Selain itu terus memperkuat kapasitas masyarakat dengan membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa-desa rawan. Sejauh ini di Sumatera Selatan telah dibentuk 64 regu MPA dengan jumlah personil 960 orang”, tambah Sunarno.

KLHK juga bersama-sama dengan Satgas Provinsi lakukan patroli udara melalui pesawat heli yang telah disiagakan di Provinsi Riau dan Sumatera Selatan. Patroli udara ini bertujuan untuk menyisir daerah-daerah rawan terutama yang berada di area yang sulit dijangkau sehingga indikasi terjadinya karhutla dapat segera terpantau, dan jika dilaporkan terjadi karhutla dapat dilakukan operasi udara melalui water bombing.

Pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan hari Rabu, pukul 20.00 WIB (27/06/2018), berdasarkan satelit NOAA dan TERRA AQUA tidak terpantau adanya hotspot.[sa/rel]

LEAVE A REPLY