Jaring Aspirasi, Gubernur Gelar Pertemuan dengan Warga

0
22

Banda Aceh  | Gubernur Aceh Irwandi Yusuf kembali menggelar pertemuan dengan masyarakat untuk menampung berbagai masukan warga. Hal itu dilakukan Gubernur Irwandi Yusuf di gedung Serbaguna, Kantor Gubernur Aceh, pada Jumat (3/11) kemarin.

Pertemuan itu merupakan yang kedua kalinya sejak gagasan tersebut dimunculkan Gubernur beberapa waktu lalu. Sebelumnya, pertemuan perdana dilakukan di gedung yang sama pada Jumat, 15 September lalu.

Topik yang dibahas kali ini masih sama dengan pertemuan sebelumnya, yaitu menampung berbagai masukan yang disampaikan masyarakat, baik terkait keluhan dan kritikan, maupun pengajuan proposal.

Seorang warga, Marhayati yang mengaku janda dua anak menyampaikan keinginannya saat mendapat kesempatan berbicara. Ia mengatakan, memiliki keahlian menjahit pakaian, namun sayangnya dia tidak memiliki mesin jahit. Kepada Gubernur, Marhayati mengatakan, baru-baru ini dirinya telah memasukkan permohonan bantuan mesin jahit kepada Pemerintah Aceh.

Mendengar itu, Gubernur segera memerintahkan Asisten III Setda Aceh, Kamaruddin Andalah, untuk memeriksa proposal yang dimaksud.

“Tolong proposal-proposal yang masuk, baik yang sudah saya paraf atau belum, tolong diperiksa, kalau layak didanai, segera kita danai,” ujar Gubernur kepada Asisten III Setda Aceh yang duduk di sisinya.

Gubernur menjelaskan, selama ini telah masuk puluhan ribu proposal dengan berbagai usulan, seperti permohonan bantuan modal usaha maupun pembangunan fisik. Namun, lanjut Irwandi, tidak semua proposal bias ditanggapi.

“Sekiranya sumber keuangan Aceh tidak terbatas, semua proposal kita terima. Tapi keuangan kita terbatas, sangat terbatas,” ujarnya.

Sementara warga lainnya, Martunis Yusuf, warga Peurlak, Aceh Timur menceritakan kepada Gubernur, bahwa dirinya alumni sekolah pelayaran di Jakarta. Martunis mengaku tidak bias mengambil sejumlah sertifikat dari beberapa pelatihan yang diikutinya di Jakarta, karena membutuhkan sejumlah biaya.

Pemuda itu lantas meminta Gubernur Irwaandi membantu pengambilan sertifikat tersebut. Menurutnya, ia akan dapat mencari pekerjaan setelah mengantongi sejumlah sertifikat tersebut.

Kepada pemuda itu, Gubernur Irwandi mengatakan bersedia membantunya asalkan penggunaan uang tersebut benar-benar untuk keperluan mengambil sertifikat.

Seorang Teungku pengajian juga meminta pemerintah membangun pesantren di kawasan Blang Bintang, Aceh Besar, agar dirinya bisa mengelola dan mengajar di dayah tersebut. Selama ini, kata dia, ia mengaku berprofesi sebagai Teungku yang mengajar dari satu dayah ke dayah lain dengan menggunakan sepeda.

Namun, permintaan tersebut belum bias dikabulkan lantaran di kawasan dimaksud telah terdapat sejumlah pesantren. Dikhawatirkan pembangunan pesantren baru akan minim santri dan menjadi mubazir.

Sejumlah warga lainnya juga menyampaikan berbagai permintaan, terutama berkaitan dengan permohonan bantuan modal usaha.

Gubernur Irwandi mengatakanakan, mencarikan solusi untuk berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Aceh, tanpa membeda-bedakan antara satu dengan lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Irwandi turut didampingi Asisten I Pemerintah Aceh, Iskandar Gani, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Saiba Ibrahim dan Asisten III Administrasi Umum, Kamaruddin Andalah. Selain itu, sejumlah kepala SKPA terkait juga turut hadir. [sa/rel]

LEAVE A REPLY