IKA UT Kebumen Dukung Braindilog Kembangkan Ilmu Sosial Berbasis Kearifan Lokal

0
303

KEBUMEN | Ikatan Keluarga Alumni Universitas Terbuka, Kebumen menggelar kegiatan bedah buku dan diskusi tematik tentang kajian analisis sosial dengan pendekatan tokoh Sosiologi Indonesia karya perkumpulan Braindilog Sosiologi Indonesia. Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu 10 Maret 2018 di Aula SMP N 7 Kebumen.

Ketua IKA UT, Darmono SPd mengatakan, kegiatan tersebut brtujuan untuk mensosialisasikkan peran dan peluang Universitas Terbuka di era digital kepada para peserta yang hadir, baik dari kalangan SMA se-Kabupaten Kebumen dan mahasiswa Bidikmisi Universitas Terbuka yang berasal dari Jurusan Ilmu Sosial serta beberapa peserta umum.

“Tujuan lain adalah untuk memberikkan pemahaman perihal peran dan kontribusi ilmu-ilmu sosial, khususnya sosiologi dalam menganalisis dan memecahkan persoalan-persoalan sosial dan membangun atmosfir serta kultur berfikir ilmiah rasional melalui tindakkan mengulas sebuah buku,” katanya.

Acara bedah buku tersebut dipandu Wahyudi, S.Ip., M.Si sebagai moderator dan menghadirkan Ketua Umum Braindilog Sosiologi Indonesia, Syamsul Bakhri. S.Pd., M.Sos dan Teguh Hindarto, S.Sos., MTh., selaku pembedah yang menganalisis kelebihan dan kekurangan penulisan dalam buku tersebut. Ketua Umum Braindilog Sosiologi Indonesia sendiri membahas isi, maksud dan tujuan penulisan buku tersebut.

Braindilog merupakan kepanjangan dari Brainstorming, Dialectic, Logic dan merupakan perkumpulan yang menggalang, mengorganisir, menggerakkan, dan menumbuh kembangkan pegiat ilmu sosial dengan visi mengembangkan otonomi teori Sosiologi Indonesia dan ranah keilmuan sosial lainnya.

“Buku ini berisi gagasan yang beragam mengenai permasalahan sosial maupun politik yang terjadi di Indonesia, yang ditulis oleh 20 penulis yang terlibat dalam penulisan buku ini. Kompilasi analisis sosial yang dibukukan ini sebenarnya hasil dari sebuah Sayembara Menulis Artikel lingkup Nasional dengan tema Sosiologi Indonesia yang diadakan oleh Perkumpulan Braindilog Sosiologi Indonesia,” kata Syamsul.

Sambung dia, dua puluh artikel yang terpilih memotret kenyataan sosial masa kini mulai dari fenomena bullying yang dibahas pada hal 11-20), persekusi (hal 21-29), hegemoni kurikulum nasional (hal 57-64), perilaku mahasiswa dalam group whatsap (hal 87-93), selfie (hal 125-121), persoalan petani dan hutan (hal 115-123), interaksi masyarakat dengan teknologi (hal 171-177) dan sejumlah pemikiran sosiolog Indonesia bagi Ilmu Sosiologi (hal 177-185).

“Penulisan buku ini dimaksudkan untuk mengajak khalayak umum, pegiat ilmu Sosiologi maupun pegiat sosial atau para penulis untuk bersama-sama mengenal tokoh-tokoh Sosiolog di Indonesia, menggunakan konsep maupun teorinya sebagai pisau analisis dalam melihat permasalahan yang ada di Indonesia, dan mengembangkan temuan konsep teori tokoh Sosiologi Indonesia,” kata Syamsul Bakhri.

Penulisan buku tersebut, tambah Syamsul, sebagai sebuah langkah awal bagi perkumpulan Braindilog Sosiologi Indonesia untuk menemukan kekhasan ilmu Sosiologi Indonesia dan mengembangkan keilmuan sosial, khususnya Sosiologi yang berbasis kearifan lokal, misalnya gotong-royong, kearifan lokal bidang teknologi, bidang kesehatan, dan pertanian.

Sementara Hindarto, S.Sos., MTh sebagai pembedah buku tersebut menyebutkan, dalam kehidupan sosial, kita bukan hanya menemui ketertiban sosial, namun juga akan menemui sejumlah fenomena sosial, gerak perubahan sosial serta berbagai persoalan sosial, baik ketertiban sosial, fenomena sosial, perubahan sosial, maupun persoalan-persoalan sosial menjadi obyek pengkajian salah satu ilmu sosial yaitu Sosiologi.

“Bagi masyarakat umum, ketertiban sosial, fenomena sosial, perubahan sosial, maupun persoalan-persoalan sosial adalah peristiwa yang alamiah dan bisa terjadi berulang kali dalam kehidupan sosial sehari-hari. Namun bagi ilmu Sosiologi dan ilmuwan Sosiologi ketiga kenyataan sosial tersebut bukan sesuatu yang begitu saja terjadi secara alamiah. Ada sejumlah faktor penunjang yang menghasilkan ketertiban sosial,” katanya.

Menurut dia, ketertiban sosial terjadi karena ada kekuatan-kekuatan eksternal dan internal yang berkontribusi bagi perubahan-perubahan sosial. Sambung dia, juga terapat akar penyebab, baik langsung atau tidak langsung yang berkontribusi bagi terjadinya persoalan-persoalan sosial.

“Diperlukan penguasaan sejumlah teori dan metodologi untuk memahami kenyataan sosial di sekitar kita (ketertiban sosial, fenomena sosial, perubahan sosial, persoalan sosial) agar seorang peneliti sosial memiliki pemahaman yang utuh dan dapat memberikan solusi untuk mencegah atau menanggulangi saat terjadi problem-problem sosial,” katanya.

Sambung dia, berkaitan dengan teori, metodologi dan analisis sosial untuk memahami kenyataan sosial, maka buku dengan judul, Kajian Analisis Sosial Dengan Pendekatan Konsep Teori Tokoh Sosiologi Indonesia yang ditulis oleh perkumpulan Braindilog Sosiologi Indonesia menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan para pembacanya untuk melihat dan menganalisis kenyataan sosial melalui perspektif Sosiologi.

Sekedar informasi, kegiatan tersebut dihadiri perwakilan siswa SMA/MA se-Kabupaten Kebumen (Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial), Guru Sosiologi se-Kabupaten Kebumen, Mahasiswa Bidikmisi Universitas Terbuka Kebumen, Perwakilan LIPI Kebumen, Perwakilan Perkumpulan Braindilog Sosiologi Indonesia dari Surakarta, Tegal, Palu, dan beberapa peserta umum.

Peserta dan guru yang hadir cukup antusias mengikuti kegiatan tersebut. Peserta juga mengusulkan untuk mengadakkan kegiatan yang sama sebagai wahana para siswa melakukan kegiatan menulis dan mempublikasikan karya tulis mereka yang dapat dipublikasikkan di media sosial. [sa/rel]

LEAVE A REPLY