Devisi Hukum PPK : Kejadian Ini Karna Pemahaman  Kawan KPPS Tps 02 Yang Salah

0
24

suaraaceh.com–SERDANG BEDAGAI–Terkait di Larangnya Kadus 1 (Khairuddin Sitorus Pane, red)Desa Kota Galuh Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai oleh Kpps Tps 02 pada saat pilkada silam menjadi acuan bagi kami untuk mengepaluasi KPPS tersebut.

Haltersebut di samapikan oleh anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Perbaungan bidang Devisi Hukum Yuszli Fazar pada awak media Senin (9/7) di Kantor PPK Perbaungan.

Lanjut Yuszli lagi,Kejadian ini merupakan pemahaman  kawan kawan KPPS Tps 02 yang salah
dan mungkin ini sebagai bentuk kesalah pahaman aja karna nama nya manusia ,namun artinya begini, petugas petugas KPPS banyak yang gakjeli , padahal    pada saat pembintekan berulangkali kami katakan bahwasanya ada surat edaran atau Surat Keputusan KPU RI no 574 dan jika ada pemilih yang membawa fomulir undangan C6 model KWK dan tidak membawa Ktp el boleh memberikan hak pilihnya, ujarnya.

“Dalam kontek ini KPPS ini mempertahankan  
polemik KTP el tidak memahami Surat Keputusan KPU RI no 574, dan saya rasa ini murni mutlak pemahaman yang salah dari kawan kawan KPPS”.urjarnya.

Menurut Yuszli lagi , Namun yang sangat kita sayang kan peristiwa ini terlambat kita ketahaui, seharusnya sebelum rekapitukasi di Kecamatan  sudah timbul ini bisa kita tindak lanjuti .Namun demikian ini tetap menjadi epaluasi bagi kami untuk kedepannya.

Karna di KPPS masi banyak yang tidak memahami PKPU no 8 (delapan) 2018 dan Surat Keputusan RI no 574 yang di terbitkan dua minggu sebelum pemilihan Gubernur.

Padahal pada saat bintek kita canangkan pemilihan harus menggunak KTP EL namun pada sore hari munculah surat edaran KPU RI no 574, sehingga kurang sosialisasinya, ujarnya.

Menyikapi haltersebut Tokoh Masyarakat Kota Galuh Junaidi Siahaan angkat bicara, Jika ada pandangan dari pihak penyelenggara pilkada bahwa peristiwa melarang Kadus Dusun 1 nyoblos menggunakan C6 baru di ketahui rasanya tudak masok akal,pasal nya begitu kejadia saya langsung menghubungi Ketua Panwascam Perbaungan via telpon selulernya dan mempertanyakan mengapa nyoblos menggunakan C6 tidak di perbolehkan oleh KPPS Tps 02 dan di ujung telpon Ketua panwascam menjawab,masuk t.erus boleh itu ,ujarnya.

Sambungnya, tidakan yang di lakukan oleh KPPS tps 02 ini selain telah menghilangkan hak suara seseorang juga telah mencedrai marwah seorang kadus dan juaga Wartawan Bidik Kasus .Untuk itu kita harap kan dengan adanya peristiwa ini ada langkah langkah bijak yang dapat di ambil oleh pihak penyelenggara Pilkada agar dapat menjadi pembelajaran berharga bagi KPPS kedepannya,karna ini murni menjadi rapot merah bagi Penyelenggara PILKADA,tutupnya (Tim)

LEAVE A REPLY