BPN Langsa Wujudkan One Map Policy 2018

0
26

LANGSA | Badan Pertanahan Kota Langsa terus melakukan sosialisasi program One Map Policy di sejumlah desa di Kota Langsa, guna memberitahukan proses pendaftaran sertifikat Prona yang dilakukan BPN Langsa untuk mendukung Kota Langsa menjadi Kota Bersertifikat terlengkap pertama di Indonesia.

Kepala Kantor BPN Kota Langsa, Yuliandi S SiT MH yang ditemui pada Jumat (2/2) mengatakan, sosialisasi pendaftaran sertifikat Prona dilakukan selaras dengan wacana Kota Langsa menjadi Kota Bersertifikat terlengkap pertama di Indonesia.

“Semoga segera terwujud,” katanya.

Selain mewujudkan program pemerintah, pihaknya juga berupaya merubah paradikma yang berkembang di tengah-tengah masyarakat selama ini, dimana Kantor BPN sangat menakutkan. Kata dia, dari lima Kecamatan dan 66 enam desa di Kota Langsa, 821 sertifikat Prona telah dikeluarkan selama kurun waktu satu bulan dan sisanya sekitar 3364 bidang tanah yang belum didaftarkan.

“Kita terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar masyarakat mensukseskan program One Map Policy pada tahun 2018,” katanya.

Menurut dia, setiap perjuangan pasti ada pengorbanan dan tidak akan berjalan mulus dalam perjalanan, pun demikian, untuk mewujutkan One Map Policy ini, bagi yang merasa tersaingi pasti membuat reaksi bahkan ada juga yang melaporkan hingga ke tingkat Mentri.

“Namun karena kita bekerja sesuai dengan aturan perundang-undangan dan tidak lari dari aturan, semua krikil-krikil kecil yang jadi penghalang dapat kita lalui,” imbuh nya.

Ia juga mengucapkan terima kasi kepada semua pihak yang telah mendukung kebijakan One Map Policy atau Satu Peta Langsa pada tahun 2018 agar segera terwujud dan berhasil.

“Peran serta rekan-rekan Pers juga sangat kami harapkan, dengan turut mempublikasi semua kegiatan BPN Langsa, secara langsung telah ikut mensosialisasikan program One Map Policy bukan di Kota Langsa, namun juga di tingkat nasional,” kata dia. [sa/rs]

LEAVE A REPLY